Ratusan pedagang dan pengrajin Stasiun Cikini yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pedagang Stasiun Layang menutup akses jalan dari Stasiun Cikini menuju Salemba, 14 Februari 2012.
Mereka menolak rencana pengosongan dan pemagaran karena kebijakan program revitalisasi perbaikan sarana dan prasarana yang disalahgunakan oleh pejabat PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daops I karena rencana ini tidak pernah dibicarakan dengan para pedagang. Dalam aksi yang digelar sejak pukul 08.00 pagi, sempat terjadi ketegangan yang dipicu kehadiran petugas keamanan stasiun.
Para pedagang mengaku tak tahu-menahu mengenai rencana ini, mereka menerima selebaran pada 1 Februari lalu, yang berisi kios harus dikosongkan pada 17 Februari, tanpa ada penjelasan lain. Menanggapi hal tersebut, para pedagang sudah berkali-kali melayangkan surat meminta penjelasan kepada pejabat PT KAI tapi tidak pernah ditanggapi.
Para pedagang khawatir rencana pengosongan ini sebagai bentuk penggusuran. Pasalnya ratusan pedagang di Stasiun Juanda sudah digusur paksa dari kios-kios mereka tanpa adanya relokasi resmi, dan jaminan akan berdagang kembali setelah direnovasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, para pedagang diterima oleh pejabat PT KAI, yang diwakili oleh Kepala PT KAI Daops I, yang didampingi oleh Humas, Mateta Rijalulhaq.
Video Journalist : NGARTO FEBRUANA|DWI OKTAVIANE
Berita Terkait
- 291 kali dibaca

Komentar Anda
Kirim Komentar