Kolombia mengandalkan studi genetik untuk membuat tanaman kopi yang mampu bertahan, saat musim hujan mengancam hasil pertanian negeri tersebut. Sebagai penghasil biji kopi Arabika berkualitas tertinggi di dunia, bangsa Andes ini menggunakan ilmu sains untuk meningkatkan hasil produksi kopi yang menurun tiga tahun terakhir itu.
Jose Ramon Collazos, petani kopi di perbukitan Propinsi Huila bagian selatan Kolombia, adalah salah satu dari mereka yang lelah menghadapi musim hujan. Iklim ini juga meningkatkan jumlah roya, sejenis jamur yang menyerang kopi dan dapat mengagalkan hasil panen.
Melalui riset genetika, delapan kopi tahan roya kini berhasil dikembangkan di Kolombia. Benih-benih itu disebarkan pada koperasi kopi kedaerahan, yang lalu akan membagikan kepada petani. Carlos Armando Uribe, koordinator Asosiasi Petani Kopi Kolombia, menjelaskan seriusnya dampak masalah iklim untuk bidang pertanian.
Ahli klimatologi di Cenicafe, Pusat Investigasi Kopi Nasional juga berusaha untuk memperbaiki sistem perkiraan cuaca setempat dan terus mempelajari genom kopi arabika untuk meningkat kualitas dan hasil kopi. Kolombia berencana memproduksi 15 juta karung kopi per tahun sampai 2015, dan 18 juta karung di 2020.
courtesy : NTDTV
Berita Terkait
- 699 kali dibaca

Komentar Anda
Kirim Komentar